Selasa, 25 Oktober 2011

[fanfiction] ONE FINE SPRING DAY part II


Title : One Fine Spring Day part II (part I baca di sini )
Cast : Heechul, Hankyung

Summary :
Time heals every wound... (summary macam apa ini? hehehe.. ) maksudnya kesedihan itu sedalam apapun dia akan sembuh sendiri seiring waktu, dan saat itu ketika kau sekali lagi memikirkannya kau akan menyadari bahwa keputusanmu untuk tidak menyerah adalah pilihan terbaik yang pernah ada.


Matahari sudah hampir terbenam ketika Heechul melangkahkan kakinya di pelataran parkir dorm Super Junior di kawasan Gwangjin. Ia yang tengah menjalani pelayanan publik saat ini memang selalu pulang antara jam 5 atau 6 sore setiap harinya. 

Ia memasuki lift dan langsung menuju lantai 12. Heechul bergegas masuk ke dorm, ia ingin segera beristirahat, hari ini sangat panjang dan melelahkan, tapi sebagai warga Korea yang baik sejauh ini ia selalu bisa menikmati masa kerjanya. Hei, kenapa dorm begitu sepi? Sejenak Heechul lupa kalau saudara-saudaranya saat ini tengah berada di New York untuk konser SM TOWN bersama artis SM lainnya. Ia mengambil air minum dari kulkas dan hendak menghidupkan tv ketika ponselnya berbunyi.

“Heechul-ah, annyeong..!” sapa sebuah suara diseberang sana. Heechul yang langsung mengenali suara itu mendadak girang.

“Ya, Hankyung! Beruntung sekali kau menelponku, aku hampir mati kesepian di dorm!” serunya.

“Aku sengaja meneleponmu. Aku yakin kau saat ini tengah menggerutu, bingung mau memasak apa untuk makan malam. Hahaha..”

“Ya! Jangan mengejekku, kau dongsaeng kurang ajar!” teriak Heechul.

“Sejak kapan aku jadi dongsaengmu? Aku ini sahabatmu, kedudukan kita sama!” Teriak Hankyung tidak mau kalah, tapi beberapa detik kemudian tawa renyah terdengar di sela-sela percakapan keduanya. “Jadi apa aku benar saat ini kau sedang menimbang-nimbang akan memasak ramyun atau memesan makanan?” Goda Hankyung lagi.

“Kau benar,” Heechul tergelak, “sampai kemarin tidak ada masalah, Ryeowookie meninggalkan banyak makanan, tapi hari ini aku mulai kelabakan!”

“Memasak makanan tetap jadi salah satu kelemahan Space Big Star Kim Heechul rupanya. Aigoo, kau ini sama sekali tidak berubah!” seru Hankyung renyah dari seberang sana.

“Aku punya banyak dongsaeng yang bisa kuandalkan, jadi untuk apa aku repot-repot memasak makanan, hahahaha...”

“Heechul-ah, jakkamaneyo..” Hankyung terdengar sedang berbicara dengan orang disebelahnya, “ya, mianhae.. aku harus menutup telpon sekarang, sebenarnya aku sedang ada jadwal, nanti ku telpon lagi..”

“Ne, arasseo.. jaga dirimu baik-baik. Hwaiting!” sambil terkekeh Heechul mengakhiri percakapan mereka. 

Hening lagi. Heechul celingukan. Ia tiba-tiba kehilangan selera untuk menonton tv. Tiba-tiba ia merindukan member Suju lainnya, semuanya. Aah, pasti mereka sedang bersenang-senang di Madison Square sekarang, ia tersenyum, sangat berharap para dongsaeng dan satu-satunya hyungnya yang jarang mendapat waktu libur itu menikmati waktu mereka disana. Ia juga teringat Kangin, apakah dia baik-baik saja disana? Rakun mereka tersebut akan pulang April nanti, tidak lama lagi sebenarnya, tapi kenapa Heechul merasa waktu berjalan sangat lambat, ya? Juga Kibum. Baiklah, kapan-kapan kalau aku ada waktu luang akan kuajak anak itu keluar makan di sela-sela syuting drama terbarunya, Heechul memutuskan. Lalu pikirannya melayang kembali ke Hankyung. Belahan jiwanya, sahabat terbaiknya. Walaupun dua tahun telah berlalu Heechul tetap merasa kepergian Hankyung yang tiba-tiba baru terjadi kemarin sore. Kemarin sore ketika mereka tiba di dorm dan mendapati Hankyung tidak ada disana. Rasanya Heechul masih bisa merasakan bagaimana sakit dan sedihnya dia saat itu. Ia merasa sedih, ia merasa marah, ia tidak mau mempedulikan dan berinteraksi dengan siapa pun juga. Tapi saat itu juga ia langsung terbayang wajah Eunhyuk yang sedih berkata padanya, ‘Kau memang tidak terlalu baik dalam bernyanyi dan menari, tapi tanpa hyung kami tidak bisa..’. Heechul mendesah. Tapi semuanya sudah membaik sekarang, hatinya yang sakit sudah terobati. Dia sadar dia tidak boleh memikirkan diri sendiri. Ia harus membantu Leeteuk untuk mengawasi dongsaeng-dongsaeng mereka, Dan Hakyung.. orang itu tidak benar-benar pergi. Hei, walaupun tinggal berjauhan tapi bukankah mereka selalu bersama?!

Waktu yang sudah pergi memang tidak bisa kembali lagi, Heechul tahu itu. Kebersamaan mereka memang sangat berharga, tapi cepat atau lambat nanti akan tiba saatnya dimana mereka akan menjalani kehidupan masing-masing. Dan saat waktu itu tiba semua kenangan akan momen-momen berharga merekalah yang akan jadi hal paling berharga dan sesuatu yang akan menguatkan mereka. Tapi tenang saja, mereka masih punya banyak waktu sekarang. Ia tidak mau menghabiskan waktunya untuk bersedih lagi, bukankah ia sudah bertekad tidak mau kehilangan sekali lagi? 

Heechul lalu meraih ponselnya, setelah mengikuti beberapa instruksi sambungan langsung jarak jauh terdengar jawaban dari seseorang diseberang sana. Leeteuk!

“Hyung, apakah kalian bersenang-senang? Aigooo, aku yakin konser SMTOWN kali ini tidak kalah hebatnya....Leader ssi, hwaiting!” Seru Heechul ceria.

Tidak ada komentar: